Kebanyakan orang umumnya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif di tahun yang baru. Apakah hal ini kebetulan juga merupakan resolusi tahun baru Anda?

 

Jika iya, Anda bisa mencoba salah satu metode yang dikenal cukup efektif untuk membantu meningkatkan produktivitas, yakni journaling.

 

Pengertian Journaling

Journaling atau menulis jurnal pribadi adalah suatu aktivitas yang dilakukan untuk menuangkan isi hati, pikiran, dan rencana dalam bentuk tulisan.

 

Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan pula jika Anda ingin melengkapi atau menuangkan ide-ide tersebut dalam bentuk ilustrasi serta gambar yang relevan.

 

Konsep journaling pada dasarnya hampir sama seperti menulis diary sehingga ada yang menyebutnya diary modern. Namun, sejatinya journaling memiliki cakupan yang sedikit lebih luas.

 

Diary biasanya lebih fokus mencatat peristiwa dan perasaan sehari-hari. Sementara itu, jurnal pribadi umumnya juga memuat berbagai ide serta rencana untuk masa depan.

 

Aktivitas journaling ini bisa Anda lakukan dengan metode konvensional (menggunakan buku dan alat tulis) maupun elektronik (diketik menggunakan gawai).

 

Manfaat Journaling

(Sumber gambar: Pixabay)

Berbagai sumber mencatat bahwa aktivitas journaling memiliki cukup banyak manfaat, antara lain:

 

Mendukung pencapaian target dan tujuan hidup

Dengan menuliskan target, rencana, tujuan hidup, dan ide-ide Anda secara eksplisit, Anda niscaya akan lebih mudah untuk mengingatnya.

 

Lebih jauh, Anda pun akan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai hal-hal tersebut. Jadi, Anda bisa lebih fokus dalam menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk merealisasikannya.

 

Hal inilah terutama yang membuat aktivitas journaling akan  sangat bermanfaat dalam mendukung peningkatan fokus dan produktivitas kerja Anda.

 

Melatih konsistensi dan kedisiplinan

Dengan membiasakan diri menulis jurnal, berarti Anda sedang berlatih untuk menjadi lebih konsisten dan disiplin. Dua kebiasaan ini sangatlah penting untuk mendukung seseorang meraih kesuksesan.

 

Selain itu, mengingat journaling merupakan suatu aktivitas yang bermanfaat, menyisihkan waktu untuk melakukannya berarti Anda tengah memanfaatkan waktu secara produktif.

 

Mengasah kreativitas dan keterampilan untuk berkomunikasi

Membiasakan diri untuk merumuskan ide dan pemikiran dalam bentuk kalimat-kalimat efektif niscaya akan mengasah kreativitas dan kemampuan berbahasa Anda.

 

Hal ini secara otomatis juga akan meningkatkan kemampuan Anda dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan.

 

Mempertajam memori dan daya ingat

Menulis jurnal seringkali akan mengharuskan Anda untuk mengingat kembali berbagai peristiwa yang pernah Anda alami dengan cukup mendetail.

 

Hal ini otomatis akan membantu melatih ketajaman memori dan daya ingat Anda.

 

Membantu mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental

Terkadang sulit bagi kita untuk mengemukakan isi hati dan pikiran pada orang lain. Padahal, jika dipendam sendiri, hal itu bisa jadi akan mengakibatkan stres.

 

Anda tentunya sudah tahu bahwa stres yang berkepanjangan dapat berdampak pada menurunnya produktivitas hidup, bahkan membahayakan kesehatan mental seseorang.

 

Menurut berbagai penelitian, mencurahkan isi hati dan pikiran dalam bentuk tulisan terbukti cukup efektif untuk mencegah dan menanggulangi stres tersebut.

 

Menjadi sarana untuk mengekspresikan diri

Journaling memungkinkan Anda untuk mencurahkan segala isi hati dan pikiran yang mungkin selama ini Anda pendam dengan lebih leluasa.

 

Hal itu merupakan cara mengekspresikan diri yang sangat mudah dan sederhana, tetapi sangat bermanfaat, khususnya bagi diri Anda sendiri.

 

Sebagai bahan untuk refleksi diri

Menuliskan ide, buah pikiran, dan perasaan secara eksplisit memungkinkan Anda untuk membaca dan mempelajarinya kembali sewaktu-waktu sebagai bahan refleksi diri.

 

Contoh: Anda bisa menganalisa situasi yang sering mengakibatkan Anda mengalami gangguan kecemasan, mencari tahu penyebab anggaran tekor, dll.

 

Meningkatkan optimisme, kepercayaan diri, dan syukur

Melalui tulisan journaling, Anda bisa menelaah kembali berbagai pencapaian dan hal-hal positif lain yang mungkin akan terlupakan jika tidak dicatat.

 

Dengan mengingat hal-hal positif ini, Anda niscaya akan bisa lebih bersyukur, optimis, dan percaya diri, karena merasa berhasil mencapai sesuatu.


Cara Memulai Journaling Untuk Pemula

(Sumber gambar: Pixabay)


Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika ingin memulai kebiasaan melakukan journaling, yaitu:

 

Pilih jenis jurnal pribadi yang paling sesuai dengan tujuan dan kebutuhan Anda

Ada beberapa alternatif jenis jurnal pribadi yang bisa Anda pilih, antara lain:

 

Bullet Journal (BuJo)

Jenis jurnal pribadi ini bisa dibilang cukup populer. Secara garis besar, isi dan penggunaannya mirip seperti to-do-list.

 

Ciri khas jurnal pribadi ini adalah memuat sejumlah simbol (bullet) untuk menandai berbagai agenda kegiatan Anda.

 

Selain itu, BuJo biasanya juga dimanfaatkan untuk mencatat habit tracker, mood tracker, dll. Agar lebih menarik, Anda juga bisa menghiasnya dengan berbagai gambar atau stiker.

 

Gratitude Journal

Sesuai namanya, jurnal ini berfungsi mencatat hal-hal positif (biasanya minimal 3 poin) yang Anda syukuri setiap hari. 

 

Jenis jurnal pribadi ini dapat melatih Anda untuk memiliki sudut pandang yang positif dan menjadi pribadi yang lebih optimis.

 

Idea Journal

Jurnal pribadi yang satu ini bisa dibilang sangat sederhana, tetapi bermanfaat. Anda bisa memanfaatkannya untuk mencatat ide-ide cemerlang Anda sehingga tidak lenyap begitu saja.

 

Reading Journal

Membaca adalah suatu kegiatan positif yang sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan serta membuat kita mengetahui berbagai hal baru.

 

Agar ilmu yang kita dapatkan dari buku itu tidak cepat terlupakan, Anda bisa mencatatnya dalam reading journal.

 

Travel Journal

Jurnal pribadi ini sangat cocok untuk Anda yang gemar bepergian. Anda bisa mendokumentasikan tempat-tempat yang pernah Anda kunjungi serta hal-hal berkesan yang dialami di sana.

 

Art Journal

Sesuai namanya, jenis jurnal pribadi ini sangat cocok untuk Anda yang berjiwa seni dan suka menggambar.

 

Scrapbook

Jenis jurnal pribadi yang satu ini biasanya berisi tempelan stiker, gambar, atau obyek lain yang berkesan bagi pemiliknya.

 

Pilih metode penulisan yang paling nyaman untuk Anda

Seperti telah disebutkan sebelumnya, Anda bisa menyusun jurnal pribadi secara manual maupun elektronik.

 

Anda bebas untuk memilih salah satu dari kedua metode itu yang menurut Anda paling praktis, nyaman, dan memudahkan.

 

Lebih lanjut, Anda juga bisa memilih jenis buku atau aplikasi yang formatnya paling sesuai dengan kebutuhan journaling Anda.

 

Contoh: jika ingin menyusun scrapbook, Anda bisa memilih buku agenda yang polos. Untuk idea journal, Anda mungkin cukup menggunakan notes kecil.


Jadwalkan secara rutin

Sejujurnya, seringkali kita sebenarnya bukan benar-benar tidak punya waktu, melainkan tidak sungguh-sungguh berniat meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu.

 

Jadi, jika betul-betul serius ingin melakukan journaling, Anda sebaiknya menetapkan jadwal khusus (misalnya: pada pagi atau sore hari).

 

Keberadaan jadwal ini dapat meminimalkan resiko Anda lupa melakukan journaling, sehingga kegiatan itu bisa berjalan dengan lebih rutin dan efektif.

 

Bebaskan diri Anda untuk berekspresi

Jurnal pribadi Anda sepenuhnya adalah milik Anda. Jadi, Anda bebas untuk mengisinya sesuai dengan kreativitas dan keinginan sendiri.

 

Anda tidak perlu mengkhawatirkan penilaian orang mengenai jurnal pribadi Anda itu, apalagi membandingkannya dengan jurnal milik orang lain.

 

Memang ada beberapa teknik journaling yang mungkin perlu Anda pelajari. Namun, keberadaan teknik tersebut pada dasarnya hanya bertujuan untuk memudahkan.

 

Dalam journaling tidak ada patokan benar atau salah. Yang paling penting, Anda bisa menikmati proses serta manfaat dari kegiatan tersebut.

 

Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencoba aktivitas journaling atau malah sudah sering melakukannya? Bagaimana pendapat Anda mengenai dampak aktivitas journaling terhadap produktivitas dan kesehatan mental?