Jadi Womanpreneur yang Lebih Baik Lewat Kursus Business English Lister


Berbekal ilmu dari kursus Business English Lister, womanpreneur niscaya akan bisa memperluas jangkauan usahanya hingga ke ranah global.





Buat apa, sih, perempuan rumahan yang sudah berusia cukup matang mesti repot-repot ikut kursus Business English? Apa tidak lebih baik fokus saja mengurus kebutuhan keluarga?

 

Eits, jangan salah. Peningkatan kompetensi perempuan (salah satunya dengan mengikuti kursus Business English di Lister) bisa berdampak positif terhadap kehidupan keluarga juga, lho.  

                                                                                           

Pentingnya Meningkatkan Kompetensi Bahasa Inggris Bagi Womanpreneur (A Personal Story)



Dewasa ini banyak sekali mompreneur atau ibu rumah tangga yang ikut aktif mendukung ekonomi keluarga dengan cara bekerja dari rumah.

 

Secara pribadi, saya lebih suka menggunakan istilah womanpreneur karena mungkin ada beberapa perempuan yang – seperti saya – belum cocok disebut mom.

 

Alasan Womanpreneur Memilih Bekerja dari Rumah

Keberadaan para mompreneur tentunya sungguh patut diapresiasi. Mereka mampu membagi waktunya dengan sangat produktif untuk mengurus kebutuhan anak-anak, rumah tangga, sekaligus mendulang Rupiah secara mandiri.

 

Berbeda dengan mereka, alasan saya memilih bekerja dari rumah sebagai womanpreneur seringkali memunculkan pertanyaan. Salah satunya “Kenapa nggak lanjut ngantor saja mumpung masih sendiri?” 

 

Sayangnya, saya tidak bisa memberikan penjelasan mendetail yang cukup memuaskan untuk menjawab pertanyaan itu. Setiap orang berhak punya rahasia yang ingin disimpannya sendiri, bukan? 

 

Sederhananya, kebetulan rencana masa depan saya dan pasangan mengharuskan kami mengantisipasi berbagai kemungkinan perubahan (temasuk kepindahan) yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

 

Selain itu, kondisi orang tua sekarang juga kurang memungkinkan untuk saya tinggal pergi bekerja sepanjang hari. Jadi, saya perlu memiliki profesi yang sifatnya lebih fleksibel.

 

Tantangan Menjadi Womanpreneur yang Bekerja dari Rumah


Jujur, awalnya saya sempat minder dengan kondisi bekerja dari rumah yang dalam pandangan sebagian orang terkesan seperti pengangguran.

 

Apalagi, alih-alih bisnis kuliner rumahan atau reseller online shop, saya memilih menggeluti dunia literasi yang bisa dibilang relatif kurang populer.

 

Kebanyakan orang, bahkan beberapa teman sebaya, seringkali mengerutkan kening ketika mendengar saya sekarang berprofesi sebagai penulis, blogger, serta content creator.

 

Tak jarang ada pula orang yang berkomentar, “Sayang banget sudah sekolah tinggi-tinggi, ternyata ujung-ujungnya cuma diam-diam saja di rumah.”

 

Meski menekuni dunia literasi merupakan passion lama yang akhirnya terwujud, komentar-komentar semacam itu tak urung kerap membuat semangat saya menciut.

 

Apalagi, jujur saja, profesi ini juga tidak menjamin kita bisa meraih popularitas dan penghasilan yang besar jumlahnya dalam waktu singkat.

 

Jadi, jerih payah membangun portfolio dengan mempelajari berbagai hal baru yang berbeda dari latar belakang akademik rasanya tak kunjung berhasil.  

 

Selain itu, berkutat sendirian dengan laptop dalam kamar yang sepi tak jarang membuat saya merindukan suasana kerja kantoran seperti dulu.  

                                                                                              

Upaya Untuk Menarik Manfaat dari Berbagai Tantangan dan Masalah



Setelah beberapa tahun menjadi womenpreneur yang bekerja dari rumah, akhirnya saya mendapati kebenaran dari pepatah “ada berkah di balik masalah”. 

 

Kehadiran pandemi COVID-19 membuat pengenalan masyarakat terhadap dunia remote working jadi lebih terbuka. Otomatis, hal itu juga menghadirkan lebih banyak peluang bagi para pekerja remote.

 

Saya pun berkesempatan untuk bergabung dengan sebuah komunitas yang menawarkan peluang kerja sama dengan klien manca negara sebagai asisten virtual.

 

Hal ini tentunya berpotensi mendatangkan penghasilan dalam jumlah yang lebih besar. Namun, ada satu tantangan yang perlu ditaklukan agar bisa meraihnya, yakni mampu berbahasa Inggris.

 

Nyatanya, belum lagi berhubungan langsung dengan klien, saya sudah merasa canggung ketika harus berkomunikasi dengan rekan-rekan sekomunitas dalam bahasa tersebut. 

 

Itulah sebabnya saya lantas mempertimbangkan untuk mengikuti kursus bahasa Inggris demi meningkatkan kompetensi agar siap meraih peluang baru tersebut.


Keuntungan Womanpreneur Memiliki Kemampuan Berbahasa Inggris yang Baik

Sudah sejak lama kemampuan bahasa Inggris menjadi modal yang sangat penting untuk mendukung perkembangan berbagai kegiatan usaha di era globalisasi.

 

Hal ini tentunya juga berlaku bagi womanpreneur. Bahkan, selain mendukung aktivitas profesional, kemampuan berbahasa Inggris juga akan bermanfaat bagi kaum perempuan terkait perannya sebagai ibu. 

 

Dengan memiliki kemampuan tersebut, niscaya para ibu pun akan lebih mampu mendukung pendidikan generasi penerus bangsa yang memiliki kompetensi global.

 

Keuntungan Mengikuti Kursus Business English di Lister


Mengingat pelajaran Bahasa Inggris merupakan bagian dari kurikulum sekolah, tentu sebenarnya para womanpreneur sedikit banyak sudah cukup menguasainya.

 

Akan tetapi, mungkin karena jarang praktik, Womanpreneur seringkali jadi kurang percaya diri untuk menggunakannya. Jadi, ada baiknya Womanpreneur mengikuti kursus untuk mengasah kemampuan tersebut.     

 

Kenapa Harus Belajar Melalui Kursus?

Womanpreneur mungkin bisa saja belajar Bahasa Inggris sendiri dengan cara membaca buku. Namun, jika ada tutor yang membimbing, tentunya proses belajar akan menjadi lebih efektif.

 

Efektivitas ini terutama akan sangat terasa sehubungan dengan aktivitas speaking dan listening yang sangat krusial bagi kepentingan profesional. 

 

Dengan memiliki rekan untuk bercakap-cakap, niscaya Womanpreneur akan lebih leluasa untuk berlatih berkomunikasi dalam bahasa Inggris tersebut.  

 

Mengapa Memilih Kursus di Lister?


Memilih tempat kursus yang berkualitas tentunya sangat penting untuk memastikan Womanpreneur bisa mendapatkan materi dan proses pembelajaran yang baik. 

 

Untuk Womanpreneur yang sedang mencari referensi tempat kursus berkualitas, Lister rasanya termasuk salah satu opsi yang patut dipertimbangkan.

 

Profil dan Sejarah Singkat Lister

Lister adalah sebuah startup teknologi edukasi yang berfokus menghadirkan layanan pembelajaran bahasa berkualitas untuk mendukung para siswa meraih impian profesionalnya.

 

Sigit Arifianto, sang Penggagas, semula mendirikannya pada Juni 2019 sebagai organisasi non-profit yang bertujuan memberi kesempatan belajar bagi semua orang.

 

Setahun kemudian (Juni 2020), startup yang awalnya benama Listerclub ini pun resmi berubah menjadi PT Lister Teknologi Edukasi.

 

Menurut situs resminya, Lister kini tercatat telah memiliki lebih dari 6.000 siswa, 700 tenaga pengajar, dan 100 materi pembelajaran.

 

Visi Lister adalah meningkatkan kompetensi dan kemampuan individu untuk menghadapi persaingan global. Sementara misinya memberikan semua orang kesempatan yang lebih baik melalui demokratisasi pendidikan berkualitas.

 

Kantor pusat Lister bertempat di Gedung Innovation Factory Block 71, kawasan Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. Selain itu, Lister juga memiliki Head Office Global di Singapura.

 

Menurut informasi dari pihak Lister, keberadaan kantor Singapura ini merupakan persiapan untuk menjangkau calon siswa dari luar Indonesia, khususnya ASEAN.

 

Mengingat Lister menerapkan sistem pembelajaran online, tentu tidaklah sulit baginya untuk memfasilitasi pembelajaran siswa dari berbagai daerah, termasuk luar negeri. 

 

Sistem dan Program Pembelajaran di Lister



Lister menawarkan program pembelajaran bahasa Inggris dan sejumlah bahasa asing lainnya dengan pilihan kelas private, semi-private, serta grup.

 

Selain metode pembelajaran online via Zoom, Lister juga menawarkan jadwal yang fleksibel. Hal ini tentu akan memudahkan Womanpreneur yang berniat ikut kursus di sela kesibukannya.

 

Kurikulum dan Materi Pelajaran  

Materi pembelajaran di Lister disusun dengan mengacu pada kurikulum berbasis internasional, yakni Common Europe Framework of Reference (CEFR).

 

Sumber materinya pun berasal dari sejumlah penerbit terpercaya, antara lain Cambridge University Press, Oxford University Press, British Council, dll.

 

Lebih lanjut, konten-konten pembelajaran di Lister juga dibuat sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswanya (tailored educational content).

 

Hal ini dilakukan karena Lister memahami bahwa setiap individu memiliki kemampuan berbahasa serta kebutuhan belajar yang berbeda-beda. 

 

Sehubungan dengan hal itu, setiap calon siswa pun akan diarahkan untuk mengikuti tes penempatan terlebih dahulu untuk mengetahui level kelasnya.  

 

Tim Pengajar Lister

Lebih jauh, Lister juga telah menerapkan filter khusus agar dapat menghubungkan masing-masing siswa dengan tutor yang kualifikasinya sesuai.

 

Dengan begitu, diharapkan setiap siswa dapat memperoleh pengalaman human-to-human interaction yang lebih efektif untuk mendukung proses pembelajaran. 

 

Kompetensi tim pengajar (tutor) Lister tentunya tidak perlu diragukan lagi. Mereka merupakan lulusan dari berbagai universitas terkemuka dan memiliki keahlian yang telah tersertifikasi.

 

Selain tutor lokal, Lister juga telah bekerja sama dengan sejumlah tenaga pengajar dari luar negeri, termasuk native speaker.  

 

The Lister Method


Secara spesifik, Lister juga telah mengembangkan sebuah metode pembelajaran yang efektif, interaktif, dan aplikatif bernama The Lister Method.

 

Metode ini bertujuan meningkatkan kemampuan serta keterampilan literasi dengan menekankan pada meaning-focus instruction. Adapun penerapannya meliputi sejumlah tahapan sebagai berikut:

 

  • -       Learning Enggagement (L), yang dilakukan tutor untuk mengetahui pemahaman awal siswa terkait materi serta memancing minat mereka untuk mempelajarinya. 
                Salah satu contoh upayanya adalah dengan memberikan pre-test pada siswa.
  • -       Introduction to The Material (I), yang berarti tutor menjelaskan isi materi pada siswa (seperti proses belajar mengajar pada umumnya).
  • -       Students’ Exploration (S), yang memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih agar bisa lebih memahami materi yang baru saja dipelajarinya.
  • -       Testing (T), yakni tahap pemberian tes atau ujian untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi.
  • -       Evaluation (E), yang dilakukan tutor dengan memberikan skor dan mendiskusikan jawaban soal ujian untuk memastikan siswa telah memahami materi.
  • -       Reflection (R), yakni memberi siswa kesempatan mengevaluasi hasil belajarnya sendiri dan mencari tahu apa yang diperlukannya untuk pembelajaran selanjutnya.

 

Berbekal segala kualitas yang telah disebutkan di atas, Lister dengan percaya diri memberikan garansi skor untuk program Preparation Test tertentu.

 

Setiap siswa yang telah menyelesaikan kursus di Lister nantinya akan memperoleh e-sertifikat.

 

Estimasi Biaya Kursus di Lister

Nominal investasi yang diperlukan Womanpreneur untuk bisa mengikuti kursus di Lister bervariasi, tergantung pilihan jenis program dan kelasnya.

 

Secara keseluruhan, nominal tersebut bisa dibilang cukup kompetitif dan terjangkau. Lister bahkan juga memungkinkan siswa untuk melakukan pembayaran dengan metode cicilan (syarat dan ketentuan berlaku).

 

Jadi, Womanpreneur akan bisa lebih leluasa untuk mengatur agar biaya kursus tersebut tidak sampai memberatkan anggaran kebutuhan rumah tangga lainnya.

 

Kursus Business English Lister



Business English merupakan salah satu bagian dari program kursus Bahasa Inggris Bisnis di Lister. Selain itu, ada pula  English for Job Interview, Business Writing, dsb.

 

Tujuan program Business English adalah meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan tata bahasa yang relevan untuk bisnis.

 

Program ini sangat cocok untuk diikuti oleh mahasiswa bisnis, pekerja kantoran (mulai dari staff hingga manager), serta entrepreneur (termasuk womanpreneur).

 

Menurut situs resmi Lister, program Business English telah dipercaya oleh sejumlah universitas dan instansi terkemuka (termasuk kementerian dan BUMN).  

 

Beberapa di antaranya adalah PLN, Badan POM, Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, Universitas Trisakti, Piaggio, Sirclo Commerce, dsb.

 

Materi Pembelajaran Program Business English 

Sesuai dengan tujuannya, program Business English telah menyusun sejumlah materi pembelajaran yang praktikal dan relevan dengan dunia bisnis profesional.

 

Beberapa materi yang bisa Womanpreneur pelajari melalui program Business English ini antara lain:  

  • -       Perkenalan diri secara profesional
  • -       Cara menyusun presentasi dan profil perusahaan
  • -       Cara menyusun laporan singkat terkait produk atau jasa
  • -       Cara mengemukakan pendapat dan berpartisipasi dalam diskusi
  • -       Teknik advertising
  • -       Internal communication
  • -       Managing people
  • -       Socializing and networking (termasuk online networking)
  • -       Teknologi komunikasi dalam lingkungan profesional
  • -       Menyusun janji temu dan mengajukan penawaran melalui telepon
  • -    dll.

 

Pilihan Kelas Program Business English 

Program Business English ini menawarkan sejumlah pilihan jenis kelas yang bisa Womanpreneur simak melalui infografis berikut:

 

 

Selain itu, Lister kini juga telah meluncurkan Paket Deluxe yang harganya lebih ekonomis. Bedanya, jadwal kelas Deluxe tidak bersifat fleksibel, melainkan ditentukan oleh pihak Lister.   

 



Bagi calon siswa yang ingin menjajaki dulu pengalaman belajar di Lister bisa mencoba mengikuti Trial Class. Trial Class ini tersedia dalam pilihan paket Deluxe maupun VIP.  

 

Meski tidak ada pre-test, post-test, dan progress test, setiap peserta Trial Class nantinya juga akan tetap memperoleh e-sertifikat.

 



Informasi selengkapnya mengenai kursus Business English ini bisa Womanpreneur dapatkan melalui website Lister.co.id (kode promo BLOG23). Mari bersama-sama menjadi tenaga profesional yang lebih baik bersama Lister.


Posting Komentar

38 Komentar

  1. Edukasi yang lumayan menjanjikan ya. Setidaknya kita tidak perlu keluar rumah. Bisa santai dan tidak repot harus berdandan segala. 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk, betul banget, nih, Kak. Bisa belajar sambil dasteran kayaknya PW banget, ya. ;P

      Hapus
  2. wah pastinya bagus banget ya untuk para perempuan, bisa melakukannya di rumah. Lister ini setahu saya memang sudah berpengalaman sih untuk bahasa Inggris

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, Kak Sabrina udah pernah dengar tentang Lister, ya, sebelumnya? Cukup memudahkan juga kayaknya, ya, Kak. Bikin kita bisa belajar tanpa harus ninggalin kerjaan di rumah.

      Hapus
  3. mampu berbahasa asing, terutama bahasa internasional kayknya ud kudu banget bisa ya walo ga fluent-fluent amat, beruntunglah sekarang ada start up macem lister gini, memudahkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi modal buat ngapa-ngapain, ya, Kak, termasuk buat bantu membimbing anak belajar Bahasa Inggris. Hehe.

      Hapus
  4. Aku lagi butuh nih, kursus bahasa Inggris buat presentasi biar casciscus. Terima kasih infonya, ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cakep. Sama-sama, Kak. Monggo dicoba, ya, siapa tahu cocok. <3

      Hapus
  5. Memiliki skill adalah nilai tambah seseorang.. apalagi jika akan bergerak di bidang bisnis..

    BalasHapus
  6. Belajar dengan tutor yang ahli di bidangnya, apalagi memiliki sertifikasi pastinya bikin makin semangat. Keahlian berbahasa Inggris saat ini memang banyak dibutuhkan

    BalasHapus
  7. Selama bahasa Inggris masih jadi bahasa internasional yang dipakai di mana-mana, ikut kursus bahasa Inggris nggak akan rugi. Apalagi kalau harganya bisa terjangkau dan materinya komprehensif kayak di Lister ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget, Kak. Bisa buat modal kompetensi kita kalau mau ngapa-ngapain. Hehe.

      Hapus
  8. Bisa bahasa inggris cuma aa uu aja. Bisa ini ya ikut kelas kursus bahasa inggris dari Lister ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa banget pastinya, Kak. Monggo, lho, kalau mau coba dikepoin. Siapa tahu cocok dan bisa bermanfaat. <3

      Hapus
  9. aslinya pengen banget bisa kursus bahasa inggris, tapi belum ada kesempatan terus tapi ini keren sih lister ini sudah memudahkan belajar diera sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mungkin bisa, tuh, kalau Kak Nyi Penengah mau mempertimbangkan buat ikut kursus di Lister, Kak. Kebetulan kelasnya online dan jadwalnya fleksibel. Jadi, rasanya bakal memudahkan banget buat belajar.

      Hapus
  10. Sering banget kepikiran, pingin banget nambah pengalaman sekaligus belajar bahasa yang sungguh-sungguh. Ya, jawabannya mengikuti kursus di Lister yaa.. Meski belum ada tujuan untuk apa, tapi gak ada salahnya memanfaatkan waktu untuk terus belajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju tuh, Kak. Belajar bahasa Inggris ini menurut saya ibarat investasi yang bisa jadi modal kompetensi kita kalau sewaktu-waktu nanti dibutuhkan.

      Hapus
  11. Bisa jadi referensi belajar bahasa inggris nih. Kalau dilihat dari harganya juga lumayan dan jadwal fleksibel yang ditawarkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Monggo kalau mau dicoba, Kak. Siapa tahu beneran cocok dan bisa berjodoh. Hehe. ;P

      Hapus
  12. Ini salah satu tempat belajar bahasa inggris yang recomended banget sih, kmrn kakakku ada yang ikutan buat tes toefl sama ielts gitu, alhamdulillaah tercapai semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, syukurlah. Ikut senang mendengarnya. Semoga makin sukses ke depannya, ya, Kak.

      Hapus
  13. Bahasa Inggris itu penting ya mbak
    Termasuk saat ingin menjadi womenpreneur
    Asik juga klo belajarnya di Lister ini ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Womenpreneur kayaknya kudu rajin belajar ini itu kalau mau maju, ya, Kak. Hehe. Boleh banget, lho, kalau mau coba belajar bareng Lister. Siapa tahu bermanfaat, ya. Hehe.

      Hapus
  14. Setuju banget mbak, semenjak bergabung di dunia konten kreator dan ingin punya klien orang luar, saya melihat bahasa Inggris ini adalah kecakapan yang wajib dimiliki..Dan sekarang sudah ada kursus bussiness english yang menunjang itu...keren banget lister

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dunia konten kreator, tuh, luas banget soalnya ya, Kak. Nggak menutup kemungkinan untuk kita bisa berkolaborasi dengan klien dari luar negeri. Jadi, lumayan butuh modal bahasa Inggris, nih. Hehe.
      Boleh banget lho kalau Kak Yusriah Ismail mau coba belajar bareng Lister. Siapa tahu cocok dan bermanfaat, ya. <3

      Hapus
  15. salah satu rekomendasi kursus bahasa inggris online ya Mbak, selain buat dewasa apakah bisa buat anak-anak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelas anak-anak ada juga, kok, Kak. Selain itu malah ada beberapa kelas lainnya juga. Monggo, kepoin langsung aja ke website-nya Lister. Kakak bisa klik langsung aja dari link yang ada di paragraf terakhir artikel ini. <3

      Hapus
  16. Kemampuan bahasa Inggris memang kunci sukses di era global ini. Bisa banget nih pakai Lister untuk jadi womanpreneur yang lebih hebat lewat kursus Business English di sini

    BalasHapus
  17. Rekomendasi mengasah kembali kemampuan bahasa Inggris kita, karena ga banyak kursus bahasa Inggris untuk orang dewasa apalagi dikemas secara online

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak. Saya juga tertarik banget sama Lister ini karena sistem pembelajarannya online (lebih fleksibel) dan ada kelas Business English yang menurut saya materinya lebih praktikal.

      Hapus
  18. kayaknya salah satu berkah pandemi orang jadi tahu kalau ada pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah ya, mbak. akupun pengen nih nambah ilmu bahasa inggris biar makin jago pas banget ada rekomendasi lister di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Kak. Ternyata tetap ada hal baik yang bisa disyukuri di balik situasi yang cukup menyulitkan seisi dunia itu, ya. Hehe. <3
      Boleh banget, lho, kalau Kak Antung Apriana mau coba belajar bareng Lister. Siapa tahu cocok dan bermanfaat untuk ke depannya, ya. <3

      Hapus
  19. Bahasa Inggris untuk bisnis sepertinya lebih spesifik ya. Dan ini perlu dipelajari agar bisa menjangkau lebih banyak target market.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih praktikal dan cocok untuk kepentingan para pekerja profesional, ya, Kak. <3

      Hapus