Gadis Kretek: Hasrat Meraih Cita dan Cinta yang Tak Lekang Oleh Masa
Selain menampilkan
sejumlah aktris ternama, film yang diangkat dari novel karya Ratih Kumala ini
memang menyuguhkan jalan cerita yang greget. Lantas, seperti apakah liku-liku
kisah Gadis Kretek yang fenomenal tersebut?
Detail dan Sinopsis Film “Gadis Kretek”
Judul : Gadis Kretek
Sutradara : Kamila
Andini dan Ifa Isfansyah
Produser : Shanty Harmayn, Tanya Yusron, dan Fauzar
Nurdin
Penulis Skenario : Ratih
Kumala
Pemain : Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Arya Saloka, Putri Marino, dkk
Produksi : Base Entertainment dan Forka Films
Distributor : Netflix
Genre : Drama Sejarah (17+)
Durasi : 5 episode @+60menit
(Tamat)
Soeraja, pemilik
perusahaan rokok kretek DR yang ternama sedang sakit keras. Sadar bahwa dirinya
tak punya banyak waktu lagi, beliau meminta putra bungsunya, Lebas, untuk
mencari seseorang yang dipanggilnya Jeng Yah.
Berbekal sehelai foto
dan beberapa catatan buku harian lama, Lebas memulai pencariannya dengan berkunjung
ke Museum Kretek di Kota M. Kunjungan itu mempertemukan Lebas dengan dr. Arum
yang mengenali salah seorang dalam foto sebagai anggota keluarganya.
Sayang, Arum yang bahkan
tidak terlalu mengenal sosok ayah kandungnya sendiri itu tidak bisa memberikan petunjuk lebih
banyak mengenai sosok Jeng Yah.
Beruntung, gadis itu mau
membantu Lebas membongkar berkas-berkas lama milik keluarganya yang tersimpan
di museum demi memenuhi permintaan terakhir Soeraja.
Pencarian itu sedikit
demi sedikit mengantarkan keduanya untuk menyingkap rahasia keluarga Arum serta
masa lalu Soeraja, yang ternyata saling berkaitan.
Menelaah Keistimewaan dari Komponen Cerita Gadis Kretek
Sebagai sebuah karya
seni, kisah Gadis Kretek ini tentunya memiliki sejumlah aspek yang menarik
untuk dijadikan bahan pembelajaran, antara lain:
Mengangkat isu feminis melalui cerita bertema klasik
Isu feminis ini
disuarakan oleh sosok Dasiyah yang lebih berhasrat untuk terjun dalam bisnis
kretek ayahnya ketimbang berumah tangga. Berbeda dengan Rukayah, adiknya,
Dasiyah lebih mahir melinting tembakau ketimbang menjahit atau memasak.
Sayang, bakatnya menilai
tembakau dan meracik saus kretek tidak sepenuhnya mendapat apresiasi karena ia “hanya”
seorang perempuan. Yang lebih diharapkan darinya demi menyukseskan bisnis
keluarga adalah menikahi pasangan yang tepat.
Selain
perjodohan dalam rangka ekspansi bisnis, romansa antar pasangan yang berbeda
latar belakang juga menjadi bagian dari skenario kisah ini. Tema klasik tersebut
bisa dibilang hampir tak pernah kehilangan daya tarik untuk terus dikulik.
Menampilkan latar tema yang unik
Keberanian penulis untuk
mengambil industri kretek sebagai latar tema cerita tentunya patut mendapat apresiasi.
Pasalnya, relatif belum terlalu banyak cerita yang mengupas seluk beluk industri
ini, khususnya di Indonesia.
Hal itu barangkali disebabkan
adanya pertimbangan menyangkut slogan yang memperingatkan mengenai dampak rokok
yang berbahaya untuk kesehatan.
Uniknya lagi, serial ini
juga mengajak penonton untuk beralih sejenak dari Jakarta dan bertualang ke daerah
Jawa Tengah.
Keputusan penulis untuk
menggunakan nama Kota M dalam cerita ini juga terbilang cerdik dan bijaksana. Kemungkinan,
tujuannya adalah untuk mencegah kota tertentu mendapat predikat sebagai Kota
Kretek (yang bisa jadi berkonotasi negatif).
Selain itu, tindakan tersebut juga menciptakan suatu
misteri tersendiri yang membuat penonton penasaran, di mana gerangan sebenarnya
Kota M ini.
Trik tersebut tentunya
bisa menjadi bahan pembelajaran dan referensi baru bagi Teman-teman yang
kebetulan menggeluti dunia tulis menulis.
Memasukkan unsur sejarah yang sifatnya cukup krusial untuk memperkuat konflik
Penggunaan setting tahun
1960-an memungkinkan penulis untuk memasukkan sebuah peristiwa sejarah yang
cukup krusial sebagai bagian dari konflik ceritanya.
Isu komunisme yang terbilang
cukup sensitif ini diramu secara apik dan proporsional sehingga ceritanya tidak
terkesan seperti drama sejarah murni. Menyentil, tapi tidak sampai terlalu jauh
mengorek luka lama.
Banyak pihak yang setuju
kalau keberadaan insiden berdarah yang penuh intrik itu mampu menjadi alasan kuat
bagi runtuhnya dunia Dasiyah.
Merangkai kisah klasik dalam bingkai masa kini
Film ini menerapkan alur
maju mundur yang secara bergantian menyuguhkan liku-liku kisah cinta dan
perjuangan Dasiyah sekaligus pencarian Lebas. Hal itu menciptakan perpaduan
yang unik antara nuansa klasik dan kekinian.
Lebih jauh, menonton
film ini juga ibarat sedang menyusun kepingan-kepingan puzzle untuk mengungkapkan
misteri keberadaan Jeng Yah. Jadi, tidaklah mengherankan jika rasa ingin tahu
penonton jadi makin terpancing.
Menyuguhkan sejumlah plot twist dan cliff hanger yang mampu mencuri atensi
Selain menerapkan alur
maju mundur, serial ini juga mengandung sejumlah plot twist yang mengundang tanda tanya menjelang tiap akhir
episodenya.
Jadi, penonton pun
niscaya akan dibuat makin penasaran sehingga tak sabar untuk menonton serial
ini secara marathon sampai selesai.
Keseruan Pengalaman Menonton Serial Gadis Kretek
Kepiawaian akting Dian
Sastrowardoyo, Ario Bayu, serta artis-artis ternama lain yang terlibat dalam serial
ini tentu tak perlu diragukan lagi. Mereka mampu menghidupkan sekaligus
mengajak penonton menyelami setiap karakter yang diperankannya.
Narasi kuat yang
disuarakan oleh Dasiyah mengenai isu feminisme sungguh merupakan adegan pembuka
yang segera sukses mencuri perhatian.
Secara pribadi, Esy awalnya
sempat agak gemas dengan karakter Dasiyah dan Arum yang kaku, tidak bersenyum,
dan terkesan judes. Namun, hal itu dengan cepat tersisihkan seiring bergulirnya
kisah mereka.
Sejak episode pertama, penonton
sudah disuguhi plot twist yang mensinyalir
kalau kemungkinan jalan cerita film ini tidak sesederhana yang diperkirakan. Hal
ini memang bisa dibilang benar adanya.
Jalinan romansa pasangan
tokoh utamanya terbilang cukup simpel, tanpa dialog atau adegan berbunga-bunga,
tetapi tetap berkesan mendalam. Prahara yang terjadi ketika perjuangan para tokoh sudah mulai
berhasil pun sontak memicu simpati.
Di sisi lain, alasan
Soeraja begitu ngotot ingin menemukan Jeng Yah niscaya akan membuat penonton geregetan
dan penasaran menebak. Pasalnya, ketika motif itu sepertinya sudah terungkap, fakta-fakta
baru justru bermunculan dan menyiratkan kalau urusannya bukan sebatas soal asmara.
Akhir kisah ini cukup membuat
miris dan tercengang karena menyadari betapa besar dampak kerusakan yang dapat
ditimbulkan oleh sebuah kedengkian.
Insight dan Pembelajaran dari
Serial Gadis Kretek
Selain seru dan berkesan,
serial Gadis Kretek juga menyimpan sejumlah insigh
dan pesan moral yang menarik untuk direnungkan, antara lain:
Berhati-hatilah agar jangan sampai mempercayai orang yang salah
Melalui sepak terjang
tokoh utama pria yang diperankan oleh Ario Bayu, penonton diingatkan agar lebih
berhati-hati dalam mempercayai seseorang. Apalagi, jika kepercayaan itu
menyangkut sesuatu yang teramat penting.
Kita memang tidak
sepatutnya menjadi pribadi yang pencuriga. Namun, kita tetap perlu
mengembangkan kewaspadaan dan kejelian dalam menilai sebelum memutuskan untuk
menaruh kepercayaan pada seseorang.
Semua orang tua pernah muda dan bisa jadi melakukan kesalahan
Melihat sosok mereka
yang jauh lebih matang dan berwibawa, terkadang kita lupa kalau orang tua kita juga
pernah muda. Jadi, bukan tidak mungkin mereka pun pernah mengalami kesulitan
untuk bisa membuat keputusan yang benar di masa lalunya.
Mengingat beberapa
kesalahan dan masalah seringkali sulit untuk diselesaikan, bisa jadi orang tua kita terpaksa menyimpannya
sendiri. Sembari memendam luka, mereka pun berusaha sebisanya untuk melangkah ke
masa depan demi kita, keluarganya.
Melalui sosok Soeraja, film
ini seolah mengingatkan anak-anak muda agar bisa bersikap lebih lembut dan
pemaaf kepada orang tuanya.
Kesuksesan yang diraih dengan cara keliru tidak akan pernah menghasilkan kebahagiaan sejati
Masyarakat boleh jadi
menghormati dan mengagumi Soeraja karena kekayaan dan jiwa sosialnya. Namun, hal
itu tidak pernah bisa menghapus rasa bersalah pria itu karena merasa menyadari
bisnisnya bermula dari sesuatu yang tidak pada tempatnya.
Hasil karya seseorang hampir selalu mencerminkan kepribadian orang itu
Opini yang dikemukakan oleh
salah satu karakter figuran dalam film ini bisa dibilang sudah diakui
kebenarannya secara umum. Pada dasarnya, setiap manusia memiliki sisi unik yang
akan selalu nampak pada hal-hal yang dikerjakannya.
Selaras dengan itu, karya
yang dibuat dengan sepenuh hati dan jiwa niscaya akan memiliki kualitas yang unggul.
No Smoking, Please
Meski pembahasannya
banyak berkaitan dengan industri kretek, tentunya serial ini tidak bermaksud untuk
menyemangati penonton agar menjadi perokok.
Sejatinya, secara
tersirat film ini justru mengingatkan bahwa merokok dapat membahayakan kesehatan
melalui tokoh-tokohnya yang sering batuk-batuk, bahkan terkena kanker. So, no smoking, please.
Apakah Jalan Cerita Serial Gadis Kretek Sama Dengan Bukunya?
Pertanyaan yang satu ini
rasanya bisa dibilang sontak menghantui beberapa orang yang sudah menonton
serial Gadis Kretek di Netflix.
Kalau Teman-teman termasuk salah satunya, boleh langsung saja beli bukunya via Gramedia.com mumpung sedang ada diskon. Ada yang versi covernya sama dengan poster filmnya juga, lho. Cakep, deh!
Jadi, apakah Teman-teman
tertarik atau malah sudah menonton serial Gadis Kretek? Kalau sudah, bagaimana
pendapat kalian tentang cerita ini?
Posting Komentar
29 Komentar
Aku udh tamat mbak di Netflix, seruuu dan bikin baper. Plot twist serta endingnya juga juara. Gemes sama cinta sejatinya jeng yah.
BalasHapusTos, Kak Dessy.
Hapusudah dua kali nonton😆🫣
BalasHapusdan ya ampuuunnn series ini meninggalkan after taste yg wow
beneran jd benchmark utk series Indonesia nih. kudoooss utk semuaaa yg terlibat
Mantap. Setuju banget, tim di balik layar maupun di depan layarnya keren-keren semua.
HapusJangan² aku aja yg belum nonton maupun baca bukunya.
BalasHapusHeboh dibahas di-mana² bahkan smp model kebaya janggan yg bakalan populer.
Tapi baca review di artikel ini jadi makin tahu deh ceritanya...hehe
Saya bukunya juga belum baca, kok, Kak. Hehe. Betul, kebaya janggannya juga jadi ikutan ngetrend ya. Boleh banget lho dikepoin filmnya di Netflix buat mengisi acara weekend. ;)
HapusAku mulai baca buku Gadis Kretek di Gramdig.
BalasHapusTapi sengaja belum nonton serialnya. Padahal TOP 10 Netflix yaa..
Aku jadi gatel pengen cepetan nonton. Apakah uda tamat?
Aku seneng kalau ada kisah yang menyelipkan setting lawas. Karena paling tidak, kita jadi tau sudut pandang penulis akan sejarah dan kecenderungannya ingin mem-framing bagian yang mana?
Keren keren.
Iya, Top 10 Netflix sampai berminggu-minggu, Kak. Cuma lima episode langsung tamat kok. Monggo dikepoin, kayaknya pas banget deh buat Kak Lendyagasshi yang suka film-film bernuansa historis. ;)
HapusWaduh tambah penasaran aku pengen nonton atau baca novelnya Gadis Kretek bisa membuka wawasan membuat alur cerita
BalasHapusBetul banget, Kak Dona. Hayuk, langsung aja dikepoin.
HapusWah aku belum sempat nonton padahal udah masuk dalam list film yang mau aku nonton, tapi udah sering baca sinopsis atau review dari yang udah nonton. Semoga makin banyak film Indonesia yang berkualitas, seperti film ini, sayang lho Indonesia punya banyak sekali sumber daya untuk dijadikan latar sebuah film.
BalasHapusSetuju banget, Kak Mutia. Moga kualitas film Indonesia ke depan semakin baik lagi ya. Hayuk, hayuk, segera dikepoin filmnya.
HapusAku belum nonton filmnya maupun emmbaca bhkunya, masih menunggu antrian nih di Ipunas.
BalasHapusSebetulnya penasaran banget ingin baca buku dan nonton filmnya. Biasanya ada feel yang beda antara buku dan filmnya
Iya, betul, Kak Dyah. Saya juga jadi penasaran pengin baca bukunya kayak apa. Hehe.
HapusPenasaran dengan filmnya. Asli menampilkan budaya Indonesia sepertinya
BalasHapusBetul, Kak Juwita. Klasik deh, filmnya.
HapusAmu sudah nonton serial gadis kretek ini
BalasHapusBagus ya
Semua akting pemainnya oke banget
Iya, betul-betul bikin yang nonton jadi ikutan terhanyut sama akting mereka ya Kak Dee.
Hapusaah...pesannya sangat menohok sekali, berlemah lembut terhadap orang tua dan mampu memamafkan kesalahan orang tua. Pernah lihat iklannya nih, gadis kretek, liat reviewnya jadi langsung nyari2...cuss langsung nonton mba, hehe.
BalasHapusHore! Saya berhasil membuat Kak Nita tergoda, nih. HIhihi. Selamat nonton, Kak. <3
HapusKarena belum baca bukunya, baru nonton serialnya, jadi penasaran saya mau baca bukunya....Memang ya tema unik, dan tema klasik selalu menarik. Didukung pesan moral, akting pamain ...pokoknya jkereeen deh Gadis Kretek!
BalasHapusMantap memang, Kak Dian. Monggo langsung boyong juga bukunya dari Gramedia. Eh, bisa langsung klik di link di atas lho kalau mau. Hihi.
HapusDuh penasaran banget belum nonton dan belum baca juga bukunya. Harus beli ini mah
BalasHapusAhay, harus banget memang itu, Kak. Haha. Kalau pengin beli bisa langsung klik link di atas lho, biar nggak usah repot nyari-nyari lagi. Hehe.
HapusFilm yang menarik sih ini, agak dibiat penasaran aku juga sama si kota M itu. Berharep jangan ada season 2 soalnya film ini jadi legend nantinya ❤️
BalasHapusKalau liat ceritanya sih kayaknya nggak bakal ada season 2 ya, Kak. Semoga aja memang nggak karena kayaknya malah bakal bikin gregetnya berkurang.
HapusBelum melihat filmnya kayaknya lagi ramai yang di bioskop, penasaran juga dan memang aktingnya DIan sudah ga diragukan lagi sih, apalagi alur ceritanya unik jadi cocok banget dia yang meranin
BalasHapusNonton di Netflix aja, Kak. Bisa sambil nyantai di rumah. Hehe. Iya, Dian Sastro cocok banget meranin karakter Gadis Kretek ini. Mantap jiwa deh.
HapusBelum nonton filmnya, baca review film ini tuh jadi tambah ingin nonton. Menarik banget ceritanya
BalasHapus