Memberi Salam Tanpa Saling Bersentuhan: Upaya Menjaga Diri dan Relasi Tetap Sehat Meski Tangan Tak Mampu Berjabat

 

Membiasakan diri untuk memberi salam tanpa saling bersentuhan, kiranya jangan sampai membuat hati saling berjauhan

 

(Sumber: hindustantimes.com)


Sudah menjadi kebiasaan yang umum bagi masyarakat di seluruh dunia untuk saling menyapa dan memberi salam jika sedang bertemu atau akan berpisah satu sama lain. Jabat tangan mungkin merupakan cara yang paling sering kita temui. Meski begitu, sebetulnya ada banyak cara lain yang bisa digunakan untuk saling menyalami. Di Selandia Baru, misalnya, masyarakat suku Maori biasa saling menyapa dengan cara unik yang disebut Hongi, yakni dengan menempel dan menggosok hidung serta bernapas bersama. Sebaliknya di Jepang, orang biasa saling membungkuk untuk memberi salam tanpa saling bersentuhan.

Indonesia termasuk negara yang menerapkan jabat tangan sebagai cara bersalaman. Terkadang, bisa juga disertai cium pipi atau rangkulan jika kebetulan yang bersangkutan cukup akrab. Selain itu, ada kalanya orang-orang muda akan mencium punggung tangan orang yang lebih tua sebagai bentuk salam hormat. Namun, sejak merebaknya virus Corona di tanah air, masyarakat Indonesia pun harus mulai membiasakan diri untuk memberi salam tanpa saling bersentuhan.

Berbagai cara baru pun mulai diterapkan di Indonesia sebagai pengganti jabat tangan. Ide untuk melakukan salam dengan siku, yang dinilai memiliki potensi lebih kecil untuk menularkan virus ketimbang telapak tangan, pernah dilakukan. Masyarakat bahkan sempat mencetuskan salam ala wakanda, nama sebuah kerajaan di salah satu film superhero, yang dilakukan dengan menyilangkan tangan di dada. Kreativitas ini tentunya perlu diapresiasi karena selain menunjukkan kepedulian rakyat Indonesia terhadap situasi yang sedang terjadi, juga dapat menjaga semangat dan keakraban di antara masyarakat mengingat mereka yang menerapkan salam unik ini tentunya tidak akan lepas dari tawa.  

Dalam konteks pertemuan yang sifatnya lebih formal, umumnya masyarakat di seluruh dunia saat ini lebih banyak mengadaptasi gaya salam khas India yang dikenal dengan sebutan Namaste. Salam yang dilakukan dengan cara mengatupkan kedua telapak tangan di depan dada ini dinilai aman karena sama sekali tidak menimbulkan kontak fisik dalam pelaksanaannya. Selain itu, gesturnya yang mengesankan rasa hormat dan ketulusan juga lebih mudah untuk dilakukan dan diterima oleh orang-orang dari berbagai macam latar belakang budaya dan negara yang berbeda.

Indonesia pun tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam mengadaptasi gaya bersalaman Namaste ini, terlebih karena ternyata Indonesia pun memiliki kearifan lokal yang sudah ada sejak lama terkait cara memberi salam yang dilakukan dengan cara menangkupkan telapak tangan di depan dada sambil membungkuk, hampir mirip dengan Namaste. 

Lalu bagaimana dengan nasib jabat tangan?

Beberapa ahli berpendapat bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk menjalin kontak fisik dengan sesamanya. Jadi ada kemungkinan setelah pandemi berlalu, orang akan kembali memenuhi dorongan biologisnya akan sentuhan dengan berjabat tangan dan berpelukan. Namun, sebagian ahli lain berkata bahwa manusia juga memiliki dorongan untuk bertahan hidup yang kuat. Jadi, jika mereka sudah mengetahui besarnya manfaat menghindari jabat tangan bagi kelangsungan hidupnya, bukan tidak mungkin mereka akan melepaskan kebiasaan tersebut sepenuhnya kendati awalnya berat.

Mengubah suatu kebiasaan yang sudah dilakukan turun temurun, seperti jabat tangan, memang bukanlah hal yang mudah. Namun barangkali, kembali menerapkan kebiasaan lama yang sudah ditinggalkan pun tidaklah gampang. Terlepas dari semuanya itu, untuk saat ini kita memang sebaiknya mematuhi sepenuhnya anjuran untuk memberi salam tanpa saling bersentuhan, setidaknya sampai pandemi ini berlalu. Meskipun begitu, kiranya perubahan kecil ini tidak sampai mempengaruhi ketulusan hati kita untuk tetap saling menjaga silaturahmi, seperti pernah dituliskan: “meskipun tangan tak mampu berjabat, biarlah hati kita tetap selalu dekat.”      

Posting Komentar

0 Komentar