Himitsu: Kisah Dua Sahabat


{ REVIEW BUKU }


#NgereadKuy
#KMC9
#BacaBuku


Judul             : Himitsu, Rahasia Hadiah Ulang Tahun
Penulis          : Achi TM
Penerbit        : PT Elex Media Computindo
Terbitan        : 2013
Tebal Buku   : 235 halaman
ISBN              : 978-602-02-2876-1


                                              


Buku ini berkisah tentang dua orang gadis remaja bernama Winda dan Tya yang sudah bersahabat sejak kecil. Keduanya kebetulan tinggal berdekatan dan memiliki hari ulang tahun yang sama. Alhasil, Winda dan Tya selalu merayakan ulang tahun mereka bersama dan saling bertukar kado. Namun saat berusia 10 tahun keduanya terpaksa harus berpisah karena perceraian orang tua Tya mengharuskan gadis itu pindah ke kota lain bersama ibunya.

Sehari sebelum pindah, Tya mengajak Winda membuat janji untuk mengubur hadiah ulang tahun ke 17 mereka untuk satu sama lain di bawah pohon mangga sekolah dan akan menggalinya bersama kelak, saat ulang tahun ke 17 mereka tiba. Tya menyebut kesepakatan ini sebagai rahasia mereka berdua, atau Himitsu yang dalam bahasa Jepang berarti rahasia. Sayangnya, kemudian terjadi kesalahpahaman di antara kedua gadis itu yang mengakibatkan putusnya komunikasi mereka. Winda pun pesimis Tya akan kembali untuk menepati janji mereka terkait Himitsu.

Di luar dugaan, Tya benar-benar kembali. Namun Winda dibuat terkaget-kaget dengan sikap sahabatnya yang kini sudah banyak berubah. Winda pun menghadapi dilemma, di satu sisi ia ingin tetap bersahabat dengan Tya tapi juga khawatir ia, alih-alih membantu Tya kembali ke jalan yang benar, malah ikut terjerumus dalam pergaulan gadis itu yang menjurus ke arah yang negatif.

Buku ini menyuguhkan dinamika kehidupan remaja yang diwarnai suka duka secara gamblang dan sederhana. Gaya bahasanya ringan, santai serta sedikit interaktif, yang memang cocok untuk konsumsi kaum remaja. Tema yang diangkat pun cukup umum, yakni seputar persahabatan, pendidikan, keluarga serta sedikit ditambah bumbu cinta pertama. Pembahasan konflik terkait luka batin akibat perceraian orang tua serta dilema yang dialami remaja di tengah lingkungan pergaulan disajikan dengan cukup sederhana. Mungkin bagi pembaca yang sudah lebih dewasa, cerita ini akan terkesan agak terlalu common sense dan kurang greget. Meski begitu, menurut saya ending-nya cukup manis biarpun sedikit membuat miris. Nasihat dan pesan moral yang diusung dalam buku ini juga dapat disampaikan dengan baik, jelas tapi tidak terkesan menggurui.

Secara pribadi, saya sedikit terganggu dengan kondisi yang diceritakan bahwa Papa Tya mengizinkan putrinya, yang bahkan belum berusia 17 tahun, untuk kembali ke rumah lama mereka dan tinggal sendiri tanpa pengawasan orang dewasa. Tidak pula sedikitnya  menghubungi orang tua Winda sebagai tetangga sekaligus teman lama untuk bisa membantu menjaga Tya. Dengan kondisi ini, sebetulnya bisa memicu terjadinya masalah yang lebih pelik yang bisa digali oleh Penulis sehingga cerita ini menjadi lebih menarik. Namun mungkin Penulis memang memiliki pertimbangan sendiri untuk menyuguhkan porsi permasalahan yang pas dengan target pembacanya.

Secara keseluruhan, buku ini memang merupakan bacaan ringan yang sangat cocok untuk kaum remaja.

Posting Komentar

0 Komentar